Oleh Labai Korok
“Aura Kasih Pergi Makan Rendang,
“Atta Halillintar Pergi Makan Bakso Tulang”,
“Ai RK Diungkap Lagi Sebagai Dalang”,
“Semua Fakta Data Lagi Diungkap Terang Benderang”.
Saat ini pantun diatas telah mendera penciptanya sendiri, yaitu mantan Gubernur Jawa Barat, saat ini muncul diruang publik. Semua kasus dibukak netizen saat RK jadi Gubernur Jawa Barat. Dipikir-pikir ngeri juga permainan RK, Mantan Gubernur Jawa Barat terkait dengan fitnah wanita, harta dan tahta.
Keadaan RK Mantan Gubernur Jawa Barat tersebut bisa juga mendera para pejabat dan mantan pejabat lain di Indonesia ini, termasuk pejabat yang ada di Sumatera Barat, karena catatan netizen, wartawan di ranah Minang juga memiliki data, fakta bahwa pejabat ranah Minang banyak, telah terjebak didunia rakusnya terhadap harta, rakusnya terhadap wanita, dan jabatan.
Dalam tulisa ini Penulis kembali mengajak, menyeru para pejabat negeri ini, mari kembali taat pada perintah Al Qur’an dan taat juga peringatan Nabi Muhammad SAW.
Kita hidup didunia ini hanya canda gurau dan kesemua ujian, di antara ujian yang diberikan oleh Allah SWT untuk umat manusia yaitu adanya bermacam-macam kejadian, yang paling sering membuat anak manusia tergelincir di antaranya ada tiga keadaan, yaitu: harta, tahta dan wanita. Pada akhirnya berbalik, dari figur pejabat itu kuat keimanannya karena terlena akhirnya terkena fitnah tersebut.
Sesungguhnya setiap umat itu mendapat ujian, dan ujian pada umatku adalah harta.” (HR. At-Tirmizi, Sahih menurut al-Albani). Ini sabda Rasullullah.
Harta merupakan salah satu ujian yang terdahsyat bagi manusia. Bahkan ada muslim yang awalnya taat pun terpaksa harus lepas dari keimannya karena menjadi tawanan harta.
Awal jadi pejabat kekurangan harta, tergolong miskin, namun ketika melihat peluang akhirnya dikumpulkan harta sebanyak-banyaknya, seperti kasus RK yang diproses ada aliran dana Bank Jabar sebesar 300milyar lebih kurang.
Para pejabat akan diuji, ini yang kedua, keadan tidak kalah berbahayanya dari yang pertama. Hendaknya kita berhati-hati dari fitnah tahta, jabatan atau kedudukan. Rasulullah saw bersabda.
Sesungguhnya kalian akan berambisi untuk mendapatkan kekuasaan, padahal kekuasaan itu akan menjadi penyesalan pada hari Kiamat.” (HR. Al-Bukhari).
Ini sangat nampak sekali diera sekarang, semua berlomba mendapatkan jabatan dengan bermacam cara, sehingga proses metokrasi tidak berjalan, contoh ada pejabat diranah Minang ini belum cukup umur, masih banyak seniornya yang layak, karena permainan akhirnya memainkan rakus jabatan tersebut.
Terkahir ujian yang berat itu adalah wanita. Rasullullah bersabda ;
Aku tidak meninggalkan ujian sesudahku yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki selain dari wanita.” (HR. Al-Bukhari).
Penulis bukan bermaksud merendahkan harkat dan martabat wanita, karena sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang salehah. Hanya saja, ketika dalam keadaan kaya dan berpamgkat, seseorang terkadang lupa dan sulit menahan diri dari nafsu sahwat terhadap lawan jenis. Cerita tergelincirnya seseorang ke dalam jurang kehancuran karena wanita sudah sering kita dengar.
Semoga dengan ungkapan tulisan diatas, penjabaran diatas semua Kita termasuk Penulis tidak terjebak dengan tiga fitnah dunia tersebut, tetap menjalankan kehidupan yang taat pada Al Qur’an dan stunah.
Pantun terakhir dari tulisa ini biar cukup duo disajikan untuk pembaca ;.
“Aura Kasih jangan naik Gokar ke Surabaya”
“Semuanya jangan terjebak rayuan dunia yang berbahaya”.
