Oleh : Advokat Ki Jal Atri Tanjung Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat.
A. 1 ABAD MUHAMMADIYAH MINANGKABAU.
Peringatan 1 Abad Muhammadiyah Minangkabau baru saja dilaksanakan pada Sabtu malam, 27 Desember 2025 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat Nomor 62 Sawahan Kota Padang. Walaupun peringatan ini dilaksanakan dengan sangat sederhana, karena Sumatera Barat dalam suasana berduka cita disebabkan bencana alam melanda beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat, namun acara ini penuh dengan makna dan api semangat perjuangan pergerakan Muhammadiyah Sumatera Barat yang tak akan kunjung padam. Hal ini sangat beralasan, karena memperingati 1 Abad Muhammadiyah di Minangkabau merupakan peristiwa sejarah yang penuh hikmah dan nilai-nilai pergerakan Muhammadiyah di Minangkabau Sumatera Barat dan sejarah tokoh-tokoh yang mendirikan Muhammadiyah di Sumatera Barat tentu dapat dijadikan teladan, motivasi, semangat baru dan momentum yang tepat bagi Pimpinan Muhammadiyah Sumatera Barat untuk bangkit dan membangkitkan Muhammadiyah Sumatera Barat lebih berkemajuan dan mensejahterakan masyarakat Sumatera Barat.
Momentum 1 Abad Muhammadiyah Minangkabau menjadikan Muhammadiyah Sumatera Barat harus bangkit dan berlari cepat mengejar ketertinggalannya dari Muhammadiyah di daerah-daerah dan wilayah lain di sekitarnya. Muhammadiyah Sumatera Barat harus bangkit dengan sikap tajdid, melukakan terobosan-terobosan ke arah perkembangan yang berkemajuan, mensejahterakan dan membesarkan Perserikatan Muhammadiyah di Minangkabau Sumatera Barat.
Pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatkan harus mempunyai waktu yang cukup untuk memimpin, mengurus organisasi Perserikatan dan profesional di bidangnya masing-masing sesuai dengan pembagian amanah tugas, fungsi dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Hal ini sangat penting dan mendasar dalam membangkitkan Muhammadiyah di Minangkabau Sumatera Barat.
B. MOMENTUM KEBANGKITAN MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT.
James. L. Peacock, seorang antropolog berkebangsaan Belanda dalam bukunya Purifying The Faith : The Muhammadiyah Movement in Indonesia Islam yang diterjemahkan oleh Staf Ahli Penerbit Cipta Kreatif Jakarta dengan Judul : Gerakan Muhammadiyah Memurnikan IsIam di Indonesia antara lain menyatakan : “Muhammadiyah merupakan gerakan reformis yang terkuat yang ada dikalangan Islam di Asia Tenggara, bahkan mungkin di seluruh dunia Islam”.
Tulisan dalam buku ini sangat jelas secara tersurat, bahwa Muhammadiyah diakui sebagai gerakan reformis, gerakan pembaharuan yang terkuat di Asia Tenggara bahkan di dunia, gerakan tajdid yang dinamis, kreatif dan inovatif merupakan gerakan penting dan strategis untuk membangkitkan Muhammadiyah.
Momentum kebangkitan Muhammadiyah di Sumatera Barat harus kembali kepada substansi Perserikatan Muhammadiyah sebagai organisasi pergerakan. Perserikatan dalam Muhammadiyah berarti kesatuan dan kebersamaan umat islam dalam mencapai tujuan bersama, yaitu mewujudkan masyarakat IsIam sebenar-benarnya. Hal ini tercermin dalam semangat ukhwah, persaudaraan, solidaritas, kerjasama antar pimpinan dan anggota Perserikatan. Muhammadiyah Sumatera Barat akan bangkit, apabila ukhwah dan kerjasama untuk kebajikan dan ketaqwaan dapat diwujudkan dengan menyatukan seluruh potensi yang ada di Perserikatan Muhammadiyah Sumatera Barat.
Pergerakan dalam Muhammadiyah adalah gerakan perubahan dan kemajuan, yaitu upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup umat IsIam dan masyarakat luas. Ini tercermin dalam aktivitas-aktivitas Muhammadiyah di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan keagamaan.
Dalam konteks ini, Muhammadiyah sebagai Perserikatan dan Pergerakan bertujuan untuk :
– Menyatukan seluruh potensi umat IsIam dalam mencapai tujuan bersama.
– Meningkatkan kualitas hidup umat IsIam dan masyarakat luas.
– Menciptakan masyarakat IsIam yang sebenar-benarnya.
– Berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.
Muhammadiyah Minangkabau Sumatera Barat di usia 1 Abad, telah berkembang pesat dan menjadi salah satu basis utama Muhammadiyah di Indonesia. Beberapa pencapaian dan Konstribusi besar Muhammadiyah Minangkabau Sumatera Barat dapat dilihat dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan keagamaan.
1. Bidang Pendidikan
– Membawa sistem pendidikan modern ke Sumatera Barat, dengan mendirikan sekolah-sekolah, pondok pesantren modern dan Internasional serta perguruan tinggi.
– Pengembangan kurikulum pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai IsIam dan keilmuan modern.
– Peningkatan kualitas guru dengan mengadakan pelatihan dan pengembangan profesi guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
– Pendidikan gratis, menyediakan pendidikan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu melalui program-program beasiswa dan bantuan pendidikan.
– Pengembangan pendidikan kejuruan untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan siswa.
– Pendidikan Masyarakat, mengadakan program-program pendidikan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, keluarga pendidikan, hukum, lingkungan yang sehat dan keagamaan.
2. Bidang Sosial
– Berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program sosial dan mendirikan berbagai panti usuhan.
– Pelayanan kesehatan, mendirikan rumah sakit dan klinik untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
– Bantuan bencana, memberikan bantuan kepada korban bencana alam, seperti gempa bumi, banjir dan longsor.
– Panti usuhan, untuk tempat tinggal dan perawatan kepada anak yatim, janda, dan orang tua yang tidak mampu.
3. Bidang Ekonomi
Mengembangkan program-program ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelatihan ketrampilan, enterpreneur, mendirikan koperasi, umum, kelompok tani dan gabungan kelompok tani.
4. Bidang Keagamaan
– Menjadi pusat dakwah dan penyebaran IsIam di Sumatera Barat dengan mendirikan masjid-masjid dan pusat-pusat keagamaan.
– Dakwah dan tabliqh, menggerakkan Majelis Tabligh, dakwah komunitas dan dakwah kultural.
– Pendirian Masjid dan Musholla, untuk tempat ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat.
– Pengajian dan Pengkajian, mengadakan pengajian dan pengkajian keagamaan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang IsIam.
– Pelayanan haji dan umrah, bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah.
– Pendidikan keagamaan, mengembangkan pendidikan keagamaan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang IsIam termasuk bimbingan bahasa Arab dan pendalaman fiqih yang relevan dengan perkembangan masyarakat.
C. PENUTUP
Momentum 1 Abad Muhammadiyah di Minangkabau Sumatera Barat, harus dijadikan momentum kebangkitan Muhammadiyah di Sumatera Barat. Muhammadiyah Sumatera Barat harus bangkit memajukan bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan keagamaan. Percepatan pergerakan Muhammadiyah menjadi penentu keberhasilan di bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan keagamaan, sehingga dapat mengejar ketertinggalannya dari Muhammadiyah Wilayah lain yang saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat di segala bidang pergerakan. Bangkitlah Muhammadiyah Minangkabau Sumatera Barat dari ketertinggalannya dari wilayah lain di sekitarnya. Semoga demikian dan sukses. Salam.
Advokat Ki Jal Atri Tanjung.
