Padang — Pemerintah terus memastikan pemulihan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pascabencana di Sumatera Barat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kunjungan langsung Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat.
Direktur SMK Kemendikdasmen RI, Arie Wibowo Khurniawan, melakukan kunjungan dan dialog bersama PWM Sumbar pada Senin (5/1/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Barat, Padang
Kehadiran Arie disambut Ketua PWM Sumatera Barat Bakhtiar, Bendahara PWM Sumbar Murisal, Sekretaris PWM Sumbar Apris, Ketua Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi PWM Sumbar Yosmeri Yusuf, Ketua MDMC Sumbar Portito, para kepala SMK Muhammadiyah se-Sumatera Barat, Majelis Dikdasmen PWM Sumbar, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah lainnya.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pemerintah hadir secara langsung dalam proses pemulihan SMK pascabencana di Sumatera Barat, sekaligus memperkuat koordinasi dengan organisasi penyelenggara pendidikan, termasuk Muhammadiyah.
Dalam pertemuan itu, Arie Wibowo Khurniawan menjelaskan bahwa Kemendikdasmen membagi penugasan pemantauan pemulihan pendidikan ke tiga wilayah terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus kunjungan ke Sumatera Barat adalah memastikan data SMK terdampak tersusun dengan baik agar proses pemulihan dapat segera ditindaklanjuti.
Menurut Arie, pada tahap awal, anggaran pemulihan SMK pascabencana diprioritaskan bagi wilayah terdampak, baik untuk revitalisasi sarana dan prasarana maupun kemungkinan relokasi sekolah apabila kondisi lokasi dinilai tidak lagi memungkinkan.
Selain pemulihan fisik, Arie juga menekankan pentingnya pemahaman sekolah terhadap mekanisme pengajuan bantuan yang kini sepenuhnya berbasis sistem digital. Pendampingan dan bimbingan teknis dinilai perlu agar sekolah dapat menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah terhadap SMK tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup pengembangan kewirausahaan, sertifikasi kompetensi, beasiswa bagi guru, serta berbagai program peningkatan mutu lainnya. Melalui penguatan tersebut, pemerintah berharap SMK, termasuk SMK Muhammadiyah, mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua PWM Sumatera Barat Bidang Pendidikan, Yosmeri Yusuf, menyampaikan apresiasi atas perhatian Direktur SMK Kemendikdasmen RI terhadap keberlangsungan pendidikan kejuruan di Sumatera Barat.
Yosmeri menyebutkan, meskipun tidak semua SMK terdampak langsung oleh bencana, dukungan pemerintah tetap dibutuhkan, termasuk bagi lima SMK Muhammadiyah yang tersebar di Sumatera Barat. Dukungan tersebut meliputi pemenuhan sarana prasarana serta pelatihan dan pendampingan bagi para guru.
Ia berharap, melalui dukungan tersebut, siswa SMK Muhammadiyah dapat memiliki keterampilan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami ingin SMK Muhammadiyah tumbuh menjadi SMK modern yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan lapangan kerja secara profesional,” ujarnya.
