Palembayan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat menggelar Tabligh Akbar dan Muhasabah Spesial Akhir Tahun 2025 bersama masyarakat terdampak bencana alam. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu malam, 31 Desember 2025, bertempat di Masjid Nurul Huda, Koto Alam, Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, mulai pukul 20.00 WIB.
Tabligh akbar ini mengangkat tema “Dari Trauma Menuju Tangguh: Membangun Kesehatan Mental Umat”, sebagai bentuk ikhtiar pemulihan psikososial bagi warga yang terdampak bencana, sekaligus refleksi akhir tahun untuk menguatkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Ketua MDMC Sumatera Barat, Portito S.Pdi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga ruang penguatan mental dan spiritual bagi masyarakat serta para relawan yang selama ini terlibat langsung dalam penanganan bencana.
“Tangan yang membantu lebih suci daripada bibir yang hanya berdoa. Setiap lumpur yang dibersihkan adalah jalan menuju harapan baru bagi saudara-saudara kita yang terdampak, dan menjadi amal jariah bagi yang membantu,” ujar Portito, (31/12/2025).
Ia menegaskan, banjir dan bencana memang dapat menghanyutkan harta benda, namun tidak akan pernah mampu menenggelamkan rasa kemanusiaan. Menurutnya, lelah para relawan hari ini adalah pondasi bagi senyum para korban di masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum apresiasi bagi para relawan kebencanaan. “Menjadi relawan bukan berarti memiliki waktu luang, tetapi memiliki hati yang besar. Jangan biarkan rasa lelah mengalahkan niat tulus,” tambahnya.
Tabligh Akbar dan Muhasabah ini terselenggara atas kolaborasi MDMC, Program SIAP SIAGA, serta dukungan Pemerintah Australia, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membangun ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.
Acara ditutup dengan doa bersama, refleksi kemanusiaan, serta ajakan untuk terus bergerak membantu sesama. Setiap tetes keringat relawan menjadi bukti bahwa dunia ini masih dipenuhi orang-orang baik. (red)
