Silungkang Oso — Keterbatasan akses transportasi di Desa Silungkang Oso mendorong Pemerintah Desa setempat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) meluncurkan layanan SiOjek (Silungkang Ojek), sebuah inovasi transportasi lokal berbasis WhatsApp yang ditujukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memajukan ekonomi desa.
Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal, mengatakan kehadiran SiOjek menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan ojek online.
“SiOjek hadir untuk membantu masyarakat dalam mengakses transportasi, memperluas jangkauan UMKM, serta mendukung sektor pariwisata di Silungkang Oso,” kata Ferdinal.
Mahasiswa KKN Unand yang juga merupakan founder SiOjek mengungkapkan, gagasan pembentukan layanan ini berawal dari pengalaman langsung di lapangan. Menurutnya, tidak tersedianya transportasi ojek online membuat masyarakat dan tim KKN mengalami kesulitan menjangkau sejumlah lokasi.
“Tidak adanya ketersediaan transportasi ojek online di sini menyebabkan masyarakat dan kami sebagai tim KKN cukup kesulitan mengakses beberapa lokasi. Dari situ kami mencoba menghadirkan solusi yang sederhana, mudah digunakan, dan sesuai dengan kondisi desa,” ujarnya.
SiOjek dapat diakses melalui satu nomor WhatsApp dan melayani berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari jasa antar-jemput, pesan antar makanan, pengantaran barang, hingga akses ke lokasi wisata secara aman dan nyaman.
Melalui peluncuran SiOjek, Pemerintah Desa Silungkang Oso berharap layanan ini dapat membuka peluang kerja bagi ojek lokal, meningkatkan volume penjualan UMKM, serta menjadi langkah awal transformasi digital berbasis potensi desa.
