
DakogaTv, LIMA PULUH KOTA — Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-XIII Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Lima Puluh Kota, yang digelar di salah satu aula pertemuan daerah, Senin (6/1).
Dalam sambutannya, Bupati Safni Sikumbang menyampaikan bahwa adat dan syarak merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Menurutnya, adat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga menjadi pedoman moral dan sosial yang harus terus dijaga serta diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota selalu mendukung peran ninik mamak dan lembaga adat dalam menjaga marwah adat Minangkabau. Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah bukan hanya slogan, tetapi nilai hidup yang harus terus kita rawat bersama,” ujar Safni Sikumbang di hadapan para tokoh adat, ninik mamak, alim ulama, dan undangan yang hadir.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan LKAAM dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, peran tokoh adat sangat strategis dalam menjaga keharmonisan, menyelesaikan konflik secara musyawarah, serta memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah dinamika pembangunan daerah.
Musda ke-XIII LKAAM Kabupaten Lima Puluh Kota ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan dalam penguatan lembaga adat. Selain itu, musyawarah ini juga menjadi ajang pemilihan dan penetapan kepengurusan LKAAM yang baru agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai adat yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Bupati Safni Sikumbang berharap hasil Musda dapat melahirkan keputusan-keputusan yang bijaksana dan membawa manfaat bagi masyarakat luas. Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai adat Minangkabau agar nilai-nilai luhur tersebut tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan karakter dan jati diri. Di sinilah peran adat dan lembaga adat menjadi sangat penting,” tutupnya.
Kegiatan Musda berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kuatnya tekad bersama dalam menjaga adat dan budaya Minangkabau di Kabupaten Lima Puluh Kota.(faj)
