Oleh Labai Korok
Semua masyarakat Sumatera Barat tahu bahwa media yang paling dibaca diera awal tahun 2000an adalah Padang Ekspres. Menurut keyakinan Penulis, media lokal jaringan Nasional ini, juga yang paling berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari rumah tangga.
Penulis, andaikan hadir di perpustakaan kampus Universitas Andalas (Unand) saat kuliah, selalu membaca koran Padang Ekspres ini. Target pergi kepustaka, sekedar baca koran dan duduk santai-santai.
Sekarang kehidupan membaca koran kembali dan harus dihidupkan disetiap rumah tangga. Tujuannya melatih anak-anak/generasi z Kita mau membaca koran sambil bersantai, dengan segelas kopi produk Sumbar.
Penulis akhirnya punya ide, ingin berlangganan koran Padang Ekspres ini, tampa pikir panjang, hari Kamis tanggal 8 Januari 2026, Penulis hubungi teman satu kuliah via WA, Bung Rommi Delfiano (Pimpinan Redaksi Padang Ekspres) minta Penulis bisa berlangganan harian koran Padang Ekspres.
Alhamdulillah besoknya Jumaat, koran Padang Ekspres itu sudah sampai ke rumah. Saat ini Penulis sudah nyatakan berlangganan koran tiap hari.
Sebagai bentuk simbol kecintaan terhadap koran lokal dan melatih anak-anak/generasi now, cinta dengan koran. Walaupun generasi sekarang sudah punya hend phone Android ditangannya, mereka bisa buka semua yang diinginkan termasuk bukak portal Padang Ekspres ltu sendiri.
Dalam catatan Penulis diera sebelum internet ada, era tahun 70, 80, 90an, langganan koran merupakan pribadi yang berstatus intelektual. Andaikan ada rumah tangga berlangganan koran tiap hari, berarti keluarga itu mapan secara ekonomi dan memiliki intelektual tinggi.
Ada koran dirumah, maka yang punya rumah memiliki status orang hebat, orang kaya, orang terpelajar dan sosok intelektual, dahulu saking cintanya seseorang sama koran, selesai dibaca langsung di kliping dan disimpan dalam rak pustaka rumah pribadi.
Saat ini mungkin history kecintaan seseorang itu terhadap koran sudah beda dengan sekarang. Namun menurut Penulis tetap bisa di posisikan seperti dahulu. Bisa dipopulerkan lagi, contohnya seperti Penulis lakukan awal tahun 2026 ini, yaitu kembali berlangganan koran untuk rumah.
Padang Ekspres, St Zaili Asri, salah satu pendiri, satu kampung dengan Penulis, asal Kiambang, Lubuk Pandan, beliau saat ini sudah meninggal. Beliau sosok wartawan senior yang perlu dikenang, Penulis yang satu kampung memberikan apresiasi, untuk generasi muda Piaman, cucuk magek ini menjadi inspirasi.
Sepengetahuan Penulis Padang Ekspres diterbitkan oleh PT Padang Intermedia Pers, dengan Direktur Utama St. Zaili Asril, seorang wartawan senior. Padang Ekspres diasuh oleh Marah Suryanto sebagai Pemimpin Umum, dan Montosori sebagai Pemimpin Redaksi, serta Two Efly sebagai Pemimpin Perusahaan.
Tahun 2017, terjadi perubahan struktur PT Padang Intermedia Pers yaitu Direktur Utama, Marah Suryanto, General Manager, Suleman Tanjung dan Pemimpin Redaksi Harian Padang Ekspres, Heri Sugiarto.
Padang Ekspres juga telah berkembang menjadi beberapa perusahaan media, antara lain Padang TV, Posmetro Padang, Harian Rakyat Sumbar Utara yang berkantor pusat di Bukittinggi, dan situs berita https://padek.jawapos.com/.
Penutup tulisan ini, Penulis mengajak kalangan intelektual Minang yang ada di Kota Padang untuk membudayakan baca koran ditengah rumah, ditengah keluarga, sebagai budaya intelektual lamo perlu kembali dihidupkan.
